Minggu, 29 September 2013

HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PRAMBON KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2013



HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DENGAN ANEMIA PADA
IBU HAMIL DI PUSKESMAS PRAMBON
KABUPATEN NGANJUK
TAHUN 2013

PROGAM STUDI BIDAN PENDIDIK (D. IV) FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI, JALAN SELOMANGLENG NO. 1, KEDIRI, INDONESIA

ABSTRAK
Gaya hidup sehat adalah awal yang baik untuk merencanakan kehamilan yaitu: ibadah, pola makan, berolahraga dengan takaran yang sesuai, merokok,  mental bathin tenang dan seimbang. Kebiasaan makan pada ibu hamil, apakah intake nutrisinya adekuat atau tidak atau mengandung Fe, asam folat, vitamin B12 ataukah tidak. Selain itu, kebiasaan ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya di tempat pelayanan kesehatan juga mempengaruhi besar kecilnya kejadian anemia pada ibu hamil.
Penelitian ini ingin membuktikan apakah terdapat Hubungan Gaya Hidup Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan melakukan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 82 orang dan jumlah sampelnya adalah 68 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel yang diukur adalah gaya hidup sebagai variabel independen, sedang variabel dependennya anemia pada ibu hamil.
Hasil yang didapat dari penelitian ini gaya hidup yang terbanyak adalah kategori baik sebesar 69,1% sedang anemia ibu hamil yang terbanyak adalah kategori nomal tidak mengalami anemia sebesar 61,8%. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Non Parametrik Uji Spearman Rank (0,980) 0,980 > 0,364 = r hitung > r tabel. Terbukti bahwa terdapat Hubungan Gaya Hidup Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk.
Saran bagi institisi diperlukan penelitian lebih lanjut pada ibu hamil menggunakan sampel yang lebih banyak dengan memperhatikan variabel-variabel yang mempengaruhi terhadap gaya hidup dan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh gaya hidup terhadap anemia dengan menggunakan pemeriksaan yang lebih lengkap untuk menilai status anemia, bagi peneliti  dapat mengembangkan penelitian selanjutnya dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam penelitian sekarang, bagi lahan penelitian hendaknya dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai, khususnya pelayanan Antenatal Care (ANC) yang komprehensif sebagai deteksi dini komplikasi pada kehamilan, sehingga dapat menurunkan AKI yang salah satu penyebabnya adalah anemia dengan cara memberikan penyuluhan dan standart pemberian tablet Fe.

Kata Kunci: Gaya Hidup, Pola Makan, Merokok dan Anemia.




PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Millineum Development Goals (MDGs) menetapkan delapan tujuan dan tujuan ke empat dan ke lima untuk mengukur pencapaian pembangunan di bidang kesehatan. Target yang ditetapkan adalah menurunkan Angka Kematian Balita (AKB) sebesar 2/3 dan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 3/4 dalam kurun waktu 1990-2015. Indonesia masih memerlukan komitmen tinggi dan kerja keras semua pihak, pemerintah dan masyarakat untuk mampu mencapai angka yang ditargetkan oleh MDGs (Dinkes, 2011: 1). Menurut survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sebesar 228/100.000 kelahiran hidup berarti setiap jamnya terjadi 1 kematian ibu di Indonesia, atau 24 kematian ibu perhari, 98 kematian ibu perminggu. Seluruh masyarakat dunia bersepakat untuk mengatasi masalah yang serius ini. Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu, yang terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah persalinan yaitu perdarahan (23%) (Menkes, 2012: 6).
Berdasarkan Laporan Kematian Ibu (LKI) kabupaten se Jawa Timur tahun 2010, AKI di Propinsi Jawa Timur tahun 2010 sebesar 101,4/100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian ibu antara lain perdarahan, eklampsia, partus lama, komplikasi aborsi dan infeksi (Dinkes, 2010). Dari data yang diperoleh dari laporan Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan kabupaten Nganjuk tahun 2012  diperoleh data AKI Jawa Timur tahun 2011 104,3/100.000 kelahiran hidup pada
tahun 2012 mengalami penurunan menjadi 97,43/100.000 kelahiran hidup. AKI kabupaten Nganjuk pada tahun  2010 yaitu 101,47/100.000 kelahiran hidup, pada tahun 2011 dan 2012 mengalami peningkatan dari 132,79/100.000 kelahiran hidup menjadi 151,91/100.000 kelahiran hidup. Data tahun 2011 K1: 17.536, Ibu hamil anemia: 4711. Data tahun 2012 K1: 16741, Ibu hamil anemia: 931.
Data yang diperoleh dari Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2011 K1: 1170, Ibu hamil anemia: 17 (1,48%), tahun 2012 K1: 1035, Ibu hamil anemia: 28 (2,70%), hal ini menunjukkan tingginya kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2011-2012.
Saat Ibu memutuskan untuk hamil adalah saat untuk lebih memperhatikan gaya hidup dan kesehatan. Perlu Ibu pahami bahwa gaya hidup sehat adalah awal yang baik untuk merencanakan kehamilan yaitu: ibadah, pola makan, berolahraga dengan takaran yang sesuai, merokok , mental bathin tenang dan seimbang (Putri Utami: 2013).
Berkurangnya asupan makanan karena mual dan muntah serta risiko perdarahan pada waktu persalinan juga akan meningkatkan risiko anemia. Diperlukannya penangangan yang tepat terhadap faktor lingkungan (fisik, biologis dan sosial ekonomi), terlebih faktor sosial ekonomi. Kondisi sosial berupa dukungan dari keluarga dan komunitas akan mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil. Jika keluarga mendukung terhadap intake nutrisi yang adekuat pada ibu hamil dan memotivasi dalam memeriksakan kehamilannya secara rutin, maka kemungkinan kecil terjadi anemia (Ayu Andriyani Achmanagara, 2010).
Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat. Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus, partus imatur/prematur), gangguan proses persalinan (inertia, atonia, partus lama, perdarahan atonis), gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infeksi dan stress kurang, produksi ASI rendah), dan gangguan pada janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian perinatal, dan lain-lain) (Alipoetry, 2012).
Tar dalam asap rokok dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang (organ yang memproduksi eritrosit), nikotin dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah dan viskositas darah, CO2 dapat menyebabkan hipoksia jaringan bahkan jika kadar CO2 di udara sangat tinggi dapat menyebabkan kematian. Radikal bebas dapat menyebabkan hemolisis sel darah merah. Adanya timbal dalam darah dapat mengganggu biosintesa heme sehingga menyebabkan kadar hemoglobin rendah, dan disebut sebagai anemia (Wulandaria, 2013).
Sedang studi pendahuluan yang kami lalukan di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk pada bulan Nopember 2012 dari kunjungan 30 ibu hamil yang menderita anemia 7 (23,33%) dan dari 30 ibu hamil tersebut memiliki gaya hidup yang bervariasi dan kurangnya asupan zat besi yang dikonsumsi oleh sang ibu. Gaya hidup sang ibu yang cenderung terganggu akibat mual yang dirasakan selama masa kehamilan, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang anemia pada ibu hamil, gaya hidup ibu hamil serta adakah “Hubungan antara gaya hidup dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013”.

1.2         Rumusan Masalah
Gaya hidup sehat adalah awal yang baik untuk merencanakan kehamilan yaitu: ibadah, pola makan, berolahraga dengan takaran yang sesuai, merokok,  mental bathin tenang dan seimbang (Putri Utami: 2013). Berkurangnya asupan makanan karena mual dan muntah serta risiko perdarahan pada waktu persalinan juga akan meningkatkan risiko anemia (Ayu Andriyani Achmanagara, 2010).
Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat (Alipoetry, 2012).
          Tar dalam asap rokok dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang (organ yang memproduksi eritrosit), nikotin dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah dan viskositas darah, CO2 dapat menyebabkan hipoksia jaringan bahkan jika kadar CO2 di udara sangat tinggi dapat menyebabkan kematian. Radikal bebas dapat menyebabkan hemolisis sel darah merah. Adanya timbal dalam darah dapat mengganggu biosintesa heme sehingga menyebabkan kadar hemoglobin rendah, dan disebut sebagai anemia (Wulandaria, 2013). Adakah hubungan antara gaya hidup dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013?
1.3         Tujuan Penelitian
1.3.1   Tujuan Umum
Untuk mengetahui Hubungan antara gaya hidup dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon kabupaten Nganjuk tahun 2013.
1.3.2  Tujuan Khusus
1.             Mengidentifikasi pola makan ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013.
2.             Mengidentifikasi merokok ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013.
3.       Mengidentifikasi anemia ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013.
4.       Menganalisis hubungan antara pola makan dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013.
5.       Menganalisis hubungan antara merokok dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013.

1.4         Manfaat Penelitian
1.4.1   Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat dan menambah ilmu di bidang kebidanan terutama mengenai gaya hidup dan anemia ibu hamil.
1.4.2   Manfaat Praktis
1.             Bagi Institusi
          Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan, referensi, dan bacaan tambahan yang menyajikan kenyataan
          di lapangan tentang gaya hidup dengan anemia pada ibu hamil.
2.             Bagi Peneliti
Memperoleh pengalaman dan pengetahuan cara berfikir kreatif, efektif dan inovatif guna mencari permasalahan melalui kerangka berfikir ilmiah.
3.             Bagi Lahan Penelitian
          Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk. Demi meningkatkan kualitas pelayanan yang optimal dan lebih baik khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
METODE PENELITIAN
4.1     Rancangan Penelitian
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan berdasarkan berbagai perspektif yaitu:
1.             Berdasarkan lingkup penelitian termasuk jenis penelitian analitik inferensial karena kesimpulan harus dilakukan dengan menggunakan uji statistik.
2.             Berdasarkan tempat penelitian termasuk penelitian lapangan hal ini karena penelitian dilakukan di Puskesmas.
3.             Berdasarkan waktu pengumpulan data termasuk jenis rancangan yang digunakan cross sectional karena peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel  pada satu saat tertentu artinya tiap subyek hanya di observasi 1 kali dan pengukuran variabel subjek dilakukan pada saat pemeriksaan tersebut.
4.             Berdasarkan ada tidaknya perlakuan termasuk jenis expost facto yaitu tanpa perlakuan
5.             Berdasarkan cara pengumpulan data termasuk jenis observasional secara langsung pada penelitian
6.             Berdasarkan tujuan penelitian termasuk jenis inferensial kuantitatif
7.             Berdasarkan sumber data termasuk jenis primer dan sekunder
1.2         Populasi, Sampel, Besaran Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
1.2.1   Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Prambon bulan Mei tahun 2013, jumlah 82 orang        .
1.2.2   Sampel yang digunakan adalah sebagian ibu hamil di Puskesmas Prambon.
1.2.3   Besaran Sampel
          Besaran sampel yang digunakan adalah menggunakan rumus:
               N
 n =  
          1 + N (d)2
                  82
   =
          1+ 82 (0.05)2
            82
   =  
          1 + 0, 205
            82
  =
          1, 205
  =     68, 04 = 68 orang
Keterangan :
n  = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
d = Tingkat signifikasi (0,05)
1.2.4   Teknik Pengambilan Sampel
          Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi (A Aziz Alimul, 2010:81). Populasi diambil dari regester kohort
ibu hamil kemudian dihitung besarannya dan sampel dipilih secara acak (lotre).

4.3     Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Variabel
Definisi Operasional
Alat Ukur
Skala
Kategori
Gaya Hidup Ibu Hamil
Gaya hidup adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah tergantung jaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya
Pola makan adalah gambaran mengenai macam jumlah dan komposisi bahan makanan yang di makan tiap hari oleh satu orang yang merupakan ciri khas dari suatu kelompok masyarakat tertentu.
Kuesioner






Ordinal
Sangat Baik (9-10)
Baik (6-8)
Resiko gangguan kesehatan (3-5)
Resiko serius terhadap gangguan kesehatan   (0-2)
1.    Merokok adalah meng hisap rokok
Kuesioner
Ordinal
Tidak merokok
Perokok pasif
Perokok aktif
Anemia Ibu Hamil
Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah sangat kurang. Yang diukur kadar Hb.
Cheklist
Ordinal

Normal >11 gr%
Ringan 9 - 11gr%
Sedang 6 - 8gr%
Berat < 6gr%
4.3.1 Variabel
Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu (benda, manusia, dll) (Nursalam, 2008: 97).
Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu :
1.             Variabel Independen / Bebas / Vx
Variabel disini adalah Gaya hidup yang diukur pola makan dan merokok ibu hamil.
2.             Variabel Dependen / Terikat / Vy
Variabel disini adalah Anemia ibu hamil
4.3.2 Definisi Operasional
Definisi Operasional adalah mendefinisikan variable secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati, memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena (A Azis Alimul, 2010: 97).







Tabel 4.1 Definisi Operasional Penelitian

4.4         Bahan Penelitian
1.             Data calon responden yaitu ibu hamil
2.             Sarana yang di butuhkan: laboratorium untuk pemeriksaan Hb Hemocue.
3.             SOP pemeriksaan kehamilan, buku register, buku KIA, PWS KIA, ATK.

4.5     Instrumen Penelitian
Alat ukur yang digunakan  untuk mengungkap variabel bebas adalah kuesioner/ angket. Sedang alat yang dipakai mengukur variabel 1 dan 2 adalah hemocue.

4.6         Lokasi dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk. Pelitian ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2013.

4.7         Prosedur Pengambilan atau Pengumpulan Data
Prosedur yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data ( di mulai sejak mencari data calon responden sampai dengan diperoleh data dalam tabulasi termasuk etika penelitian ) dengan :
1.             Editing
Adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul.
2.             Coding
Adalah kegiatan pemberian kode numerik (angka) tehadap data yang terjadi atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan analisis data menggunakan komputer. Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga daftar kode dan artinya dalam satu buku (code book) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode dari suatu variabel.
a.              Responden
Responden 1                                                               Kode R1
Responden 2                                                               Kode R2
Responden 3                                                                Kode R3

Responden (n)                                                     Kode R(n)
b.             Usia
17 - 19 tahun                                                                Kode U1
20 - 35 tahun                                                               Kode U2
36 - 50 tahun                                                                Kode U3
c.              Pendidikan
Pendidikan SD                                                             Kode P1
Pendidikan SMP                                                          Kode P2
Pendidikan SMA                                                         KodeP3
Pendidikan Perguruan Tinggi                                      Kode P4
Tidak Sekolah                                                              Kode P5
d.             Pekerjaan
Bekerja                                                                         Kode Pj1
Tidak Bekerja                                                              Kode Pj2
e.              Paritas Kehamilan
Kehamilan Pertama                                                      Kode Pk1
Kehamilan Kedua                                                       Kode Pk2
Kehamilan Ketiga                                                  Kode Pk3
Kehamilan > Tiga                                                         Kode Pk4
f.              Frekuensi ANC
1      kali                                                                          Kode Fk1
2   kali                                                                         Kode Fk2
3   kali                                                                         Kode Fk3
>4 kali                                                                         Kode Fk4

g.       Jumlah Anak Hidup                                                                 
1 Kode An1
2 Kode An2
3 Kode An3
>3                                                                                Kode An4
Belum mempunyai anak                                              Kode An5
( Hidayat, 2010)
3.             Scoring
Kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan kedalam master tabel atau data base komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel kontingensi (Hidayat, 2010).
1.    Gaya Hidup
Dari hasil data kuesioner pola makan dan merokok, dihitung secara manual, ditabulasi dan diberikan skor. Jika pertanyaan dijawab hampir selalu: 1, kadang-kadang: 0,5, hampir tidak pernah: 0 dan pertanyaan benar: 1, salah: 0.
4.             Tabulating
Tabulating adalah data dikumpulkan dan dikelompokkan dalam bentuk table. Termasuk dalam kegiatan ini dalah memberikan skor terhadap item-item yang perlu diberi skor dan memberi kode terhadap item-item yang diberi kode (Arikunto, 2006).

4.8     Cara Analisis Data
4.8.1  Analisa Deskriptif
          Analisa deskriptif dalam penelitian adalah prosedur pengolah data dengan
menggambarkan dan meringkas data secara ilmiah dalam bentuk tabel atau grafik
Pengolahan data dan analisa data deskriptif dapat mengunakan rumus dari Arikunto (1998). Selanjutnya disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi dengan menggunakan teknik analisa prosentase scoring dengan rumus:
          SP
P =            x 100 %
          SM
Keterangan :
P     : Penilaian
Sp   : Skor yang diperoleh
Sm  : Skor maksimal yang diharapkan
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00 - 0,199
0,20 - 0,399
0,40 - 0,599
0,60 - 0,799
0,80 - 1,000
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat kuat
Salah satu metode interprestasi data menurut Arikunto (1998):
1. 100 %          : seluruhnya
2. 76-99 %       : hampir seluruhnya
3. 51-75 %       : sebagian besar
4. 50 %            : setengahnya
5. 26-49 %       : hampir setengahnya
6. 1-25 %         : sebagian kecil
7. 0 %              : tak satupun
3.8.2   Analisa Inferensial
No
Umur
Frekuensi
Presentase (%)
1
17 - 19 tahun
3
4,4
2
20 - 35 tahun
52
76,5
3
36 - 50 tahun
13
19,1

Total
68
100
          Analisa yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen yaitu gaya hidup (yang diukur pola makan dan merokok) dan anemia. Setelah di tabulasi data diukur dengan uji Spearman Rank untuk mengukur tingkat atau eratnya hubungan antara dua variabel yang berskala ordinal, caranya adalah
sebagai berikut:
1.             Membuat hipotesis
2.             Membuat tabel penolong untuk menghitung rangking
3.             Menentukan rs dengan rumus :
          Keterangan :
rs             : nilai korelasi Spearman Rank
d2           : selisih setiap pasangan Rank
No
Pendidikan
Frekuensi
Presentase (%)
1
Tidak Sekolah
0
0
2
SD
10
14,7
3
SMP
21
30,9
3
SMA
33
48,5
4
Perguruan Tinggi
4
5,9

Total
68
100
n             : jumlah pasangan Rank untuk Spearman (5 < n < 30)
4.       Menentukan nilai r, tabel spearman
 (A Azis Alimul H, 2010: 140).
Tabel 4.2 Tabel penolong untuk menghitung koefisien korelasi Spearman Rank
Responden
Gaya hidup (X1)
Anemia (Y1)
Rangking
(X1)
Rangking (Y1)
B
B2







Jumlah






Sumber: Sugiono, 2011: 245
Tabel 4.3 Tabel pedoman untuk memberikan interprestasi terhadap koefisien korelasi (r2).
        (Sugiono, 2011: 231)
HASIL PENELITIAN
5.1       Data Umum
5.1.1    Karakteristik Responden Berdasarkan Umur.
Tabel 5.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
(Sumber : Data primer 2013)
Berdasarkan tabel 5.1 menunjukkan umur ibu hamil hampir seluruh responden berumur antara 20 - 35 tahun yaitu sebanyak (76,5%) 52 responden.
5.1.2    Karakteritik Responden Berdasarkan Pendidikan.
Tabel 5.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
(Sumber : Data primer 2013)
Berdasarkan tabel 5.2 menunjukkan pendidikan ibu hamil hampir setengahnya SMA yaitu sebanyak (48,5%) 33 responden.
5.1.3    Karakteritik Responden Berdasarkan Pekerjaan.
            Tabel 5.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
No
Pekerjaan
Frekuensi
Presentase (%)
1
Bekerja
11
16,2
2
Tidak Bekerja
57
83,8

Total
68
100
 (Sumber : Data primer 2013)
Berdasarkan tabel 5.3 menunjukkan pekerjaan ibu hamil hampir  seluruhnya tidak bekerja yaitu sebanyak (83,8%) 57 responden.
5.1.4    Karakteritik Responden Berdasarkan Paritas Kehamilan.
            Tabel 5.4 Distribusi frekuensi responden berdasarkan paritas kehamilan ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
No
Paritas Kehamilan
Frekuensi
Presentase (%)
1
Kehamilan Pertama
30
44,1
2
Kehamilan Kedua
20
29,4
3
Kehamilan Ketiga
12
17,6
4
Kehamilan > Tiga
6
8,9

Total
68
100
 (Sumber : Data primer 2013)
Berdasarkan tabel 5.4 menunjukkan paritas ibu hamil hampir setengahnya hamil anak pertama yaitu sebanyak (44,1%) 30 responden.
5.1.5    Karakteritik Responden Berdasarkan Frekuensi ANC.
            Tabel 5.5 Distribusi frekuensi responden berdasarkan frekuensi ANC ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
No
Frekuensi ANC
Frekuensi
Presentase (%)
1
1 Kali
15
22,0
2
2 Kali
11
16,2
3
3 Kali
20
29,4
4
>3 Kali
22
32,4

Total
68
100
 (Sumber : Data primer 2013)
            Berdasarkan tabel 5.5 menunjukkan hampir setengahnya ibu hamil sudah memeriksakan kehamilannya ANC >3 kali yaitu sebanyak (32,4%) 22 responden.
5.1.6    Karakteritik Responden Berdasarkan Jumlah Anak Hidup.
            Tabel 5.6 Distribusi frekuensi responden berdasarkan jumlah anak hidup ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
No
Jumlah Anak Hidup
Frekuensi
Presentase (%)
1
1
20
29,4
2
2
12
17,6
3
3
6
8,8
4
>3
0
0

Total
38
55,8
 (Sumber : Data primer 2013)
Berdasarkan tabel 5.6 menunjukkan jumlah anak hidup ibu hamil hampir setengahnya memiliki 1 orang anak yaitu sebanyak (29,4%) 20 responden.
5.2       Data Khusus
5.2.1    Pola Makan
            Karakteritik Responden Berdasarkan Pola Makan Ibu Hamil.
            Tabel 5.7 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pola makan ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
No
Pola Makan
Frekuensi
Presentase (%)
1
Sangat baik
41
60,3
2
Baik
24
35,3
3
Resiko gangguan kesehatan
4
5,9
4
Resiko serius gangguan kesehatan
0
0

Total
68
100
 (Sumber : Data primer 2013)

Berdasarkan tabel 5.7 menunjukkan sebagian besar pola makan responden yaitu sebanyak 41 responden (60,3%).
5.2.2    Merokok
            Karakteritik Responden Berdasarkan Ibu Hamil Yang Merokok .
                  Anemia
Pola Makan
Normal
Ringan
Sedang
Berat
JUMLAH
%
Sangat Baik (9-10)
28
12
-
-
40
58,8
Baik (6-8)
14
9
1
-
24
35,3
Resiko Gangguan Kesehatan (5-3)
-
1
3
-
4
5,9
Resiko Serius Gangguan Kesehatan (0-2)
-
-
-
-
0
0
JUMLAH
42
22
4
-
68
100
            Tabel 5.8 Distribusi frekuensi responden berdasarkan ibu hamil yang merokok di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
No
Merokok
Frekuensi
Presentase (%)
1
Tidak Merokok
43
63,2
2
Perokok Pasif
25
36,8
3
Perokok Aktif
0
0

Total
68
100
(Sumber : Data primer 2013)
           
            Berdasarkan tabel 5.8 menunjukkan hampir seluruhnya responden ibu hamil perokok pasif yaitu sebanyak (91,2%) 62 responden.
5.2.3    Data Anemia
            Karakteritik Responden Berdasarkan Data Anemia.
No
Derajad Anemia
Frekuensi
Presentase (%)
1
Normal
42
61,8
2
Ringan
22
32,3
3
Sedang
4
5,9
4
Berat
0
0

Total
68
100
Tabel 5.9 Distribusi frekuensi responden berdasarkan data anemia ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.
(Sumber : Data primer 2013)

Berdasarkan tabel 5.9 menunjukkan sebagian besar tidak mengalami anemia yaitu sebanyak (61,8%) 42 responden.
5.2.4    Hubungan Antara Pola Makan dengan Anemia.
Tabel 5.9.1 Hubungan antara pola makan dengan anemia di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013.           
(Sumber : Data primer 2013)
            Dari tabel diatas diperoleh ibu hamil yang mempunyai pola makan sangat baik yang tidak anemia sebanyak 28 responden, yang mengalami anemia ringan 12 responden; pola makan baik yang tidak anemia sebanyak 14 responden, yang mengalami anemia ringan  9 responden, anemia sedang 1 orang responden; pola makan dengan resiko gangguan kesehatan yang mengalami anemia ringan 1 responden, sedangkan pola makan dengan resiko serius gangguan kesehatan tidak ada.
            Maka dari 68 responden peneliti telah mengunakan tabel Spearman Rank dengan hasil perhitungan koefisien korelasi adalah 0,420 dengan tabel nilai rho tabel untuk N = 68 menggunakan N = 30 (0,364) didapat nilai rho hitung lebih besar dari rho tabel diperoleh atau nilai r interprestasi tinggi. “Ada hubungan antara pola makan dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013”.
5.2.5    Hubungan Antara Merokok dengan Anemia.
Tabel 5.9.2 Hubungan antara merokok dengan anemia di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013. 
               Anemia
Merokok
Normal
Ringan
Sedang
Berat
JUMLAH
%
Tidak Merokok
5
1

-
6
8,8
Perokok Aktif
-
-
-
-
-
-
Perokok Pasif
37
21
4
-
62
91,2
JUMLAH
42
22
4
-
68
100
Dari tabel diatas diperoleh ibu hamil yang tidak merokok tidak anemia 5 responden, yang mengalami anemia ringan 1 responden; yang termasuk perokok pasif tidak anemia 37 responden, yang mengalami ringan 21 responden, yang mengalami anemia sedang 4 responden; dan tidak ada ibu hamil yang perokok aktif.
Maka dari 68 responden peneliti telah mengunakan tabel Spearman Rank dengan hasil perhitungan koefisien korelasi adalah 0,386 dengan tabel nilai rho tabel untuk N = 68 menggunakan N = 30 (0,364) didapat nilai rho hitung lebih besar dari rho tabel diperoleh atau nilai r interprestasi tinggi. “Ada hubungan antara merokok dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013”.
PEMBAHASAN
5.3.1 Pola Makan Ibu Hamil
            Berdasarkan tabel 5.7 menunjukkan sebagian besar pola makan responden sangat baik. Hal ini terlihat dari banyaknya ibu hamil yang memiliki skor kategori pola makan sangat baik yaitu sebanyak  40 responden (58,8%),  baik 24 responden (35,3%), resiko gangguan kesehatan 4 responden (,9%), resiko serius terhadap gangguan kesehatan tidak ada. Pemilihan makanan yang dikonsumsi ibu hamil harus beraneka ragam dan bervariasi. Semakin bervariasi bahan makanan yang dikonsumsi, maka pemenuhan kebutuhan zat gizi semakin baik. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari tergantung pada pemilihan makanan yang dapat mempengaruhi kandungan zat gizi makanan yang masuk kedalam tubuh ibu hamil.
5.3.2    Merokok Ibu Hamil
Berdasarkan tabel 5.8 menunjukkan hampir seluruhnya responden ibu hamil perokok pasif yaitu sebanyak (91,2%) 62 responden, tidak merokok 6 responden (8,8%) dan perokok aktif tidak ada ibu hamil yang merokok. Rokok mungkin hal yang sepele bagi kebanyakan orang, namun sesungguhnya rokok memiliki zat yang berbahaya khususnya bagi wanita atau ibu yang sedang hamil. Bahaya rokok bagi kehamilan bisa bermacam macam. Bisa mengakibatkan asupan oksigen yang berkurang bagi bayi hingga terjadinya kelainan janin yang menakutkan. Akibat yang ditimbulkan dari asap rokok yang menyebabkan saluran oksigen yang menurun akan mengakibatkan bayi yang lahir dengan berat yang tidak normal. Hal ini bukan saja berlaku bagi wanita atau ibu yang merokok saja namun bagi para wanita perokok pasif. Sedemikian berbahayanya rokok bagi keselamatan ibu hamil dan bayi, maka sebisa mungkin kita menjauhkan asap rokok dari wanita hamil dan bayi. Selain zat yang berbahaya yang ditimbulkan dari rokok, data yang ada menyebutkan bahwa kenaikan bayi yang lahir tidak normal dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Bahaya rokok bagi kehamilan sangat mempengaruhi kesehatan dewasa ini. Ancaman keguguran juga bisa dialami oleh wanita perokok dan perokok pasif. Dampak buruk asap rokok ini juga bisa mengakibatkan cacat janin, berat badan lahir rendah, bahkan gangguan jiwa.
5.3.3        Anemia
Berdasarkan tabel 5.9 menunjukkan sebagian besar responden ibu hamil tidak mengalami anemia yaitu sebanyak 42 responden (61,8%). Berkurangnya asupan makanan karena mual dan muntah serta risiko perdarahan pada waktu persalinan juga akan meningkatkan risiko anemia. Diperlukannya penangangan yang tepat terhadap faktor lingkungan (fisik, biologis dan sosial ekonomi), terlebih faktor sosial ekonomi. Kondisi sosial berupa dukungan dari keluarga dan komunitas akan mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil. Jika keluarga mendukung terhadap intake nutrisi yang adekuat pada ibu hamil dan memotivasi dalam memeriksakan kehamilannya secara rutin, maka kemungkinan kecil terjadi anemia (Ayu Andriyani Achmanagara, 2010).
Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat. Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus, partus imatur/prematur), gangguan proses persalinan (inertia, atonia, partus lama, perdarahan atonis), gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infeksi dan stress kurang, produksi ASI rendah), dan gangguan pada janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian perinatal, dan lain-lain) (Alipoetry, 2012).
5.3.4    Hubungan Pola Makan dengan Anemia.
            Dari 68 responden hampir setengahnya mempunyai pola makan yang sangat baik ada 40 responden  dan tidak mengalami anemia yaitu sebanyak 28 responden (41,17%), anemia ringan 12 responden; sebagian kecil mempunyai pola makan baik ada 24 responden yang tidak anemia yaitu 14 responden (20,58%), yang mengalami anemia ringan  9 responden, anemia ringan 1 responden;  pola makan dengan resiko gangguan kesehatan yang mengalami anemia ringan 1 responden, anemia sedang 3 responden sedangkan pola makan dengan resiko serius gangguan kesehatan tidak ada.
 Maka dari 68 responden peneliti telah mengunakan tabel Spearman Rank dengan hasil perhitungan koefisien korelasi adalah 0,420 dengan tabel nilai rho tabel untuk N = 68 menggunakan N = 30 (0,364) didapat nilai rho hitung lebih besar dari rho tabel diperoleh atau nilai r interprestasi tinggi. “Ada hubungan antara pola makan dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2013”.
Berkurangnya asupan makanan karena mual dan muntah serta risiko perdarahan pada waktu persalinan juga akan meningkatkan risiko anemia. Jika keluarga mendukung terhadap intake nutrisi yang adekuat pada ibu hamil dan memotivasi dalam memeriksakan kehamilannya secara rutin, maka kemungkinan
kecil terjadi anemia (Ayu Andriyani Achmanagara, 2010).
          Pengaruh pengaturan pola makan terhadap janin telah dimulai jauh sejak ibu mendapat kehamilan. Penimbunan zat lemak, protein dan nutrisi lain, sebelum hamil akan berguna untuk memberi nutrisi bagi janin selama masa kehamilan (Soumy, 2010: 172-173).
          Seorang ibu hamil harus teliti dan selektif dalam memilih makanan karena makanannya ibu hamil bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk janin yang sedang dikandung.
5.3.5  Hubungan Merokok dengan Anemia
            Dari 68 responden ibu hamil sebagian besar tergolong perokok pasif dan tidak anemia yaitu 37 responden (54,41%), hampir setengahnya perokok pasif dengan anemia ringan yaitu 21 responden (30,88%). Maka dari 68 responden peneliti telah mengunakan tabel Spearman Rank dengan hasil perhitungan koefisien korelasi adalah 0,386 dengan tabel nilai rho tabel untuk N = 68 menggunakan N = 30 (0,364) didapat nilai rho hitung lebih besar dari rho tabel diperoleh atau nilai r interprestasi tinggi. “Ada hubungan antara merokok dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambon Kabupaten Nganjuk tahun 2013”.
Tar dalam asap rokok dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang (organ yang memproduksi eritrosit), nikotin dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah dan viskositas darah, CO2 dapat menyebabkan hipoksia jaringan bahkan jika kadar CO2 di udara sangat tinggi dapat menyebabkan kematian. Radikal bebas dapat menyebabkan hemolisis sel darah merah. Adanya timbal dalam darah dapat mengganggu biosintesa heme sehingga menyebabkan kadar hemoglobin rendah, dan disebut sebagai anemia (Wulandaria, 2013).
5.3.6    Hubungan antara Gaya Hidup Dengan Anemia.
Dari hasil analisis uji Spearman’s Rho didapat besar koefisien korelasi adalah 0,806 dengan arah korelasi positif, dari hasil ini didapatkan adanya hubungan sejajar searah antara gaya hidup dan anemia pada ibu hamil, yang berarti semakin tinggi gaya hidup maka semakin tinggi pula kadar Hb ibu hamil sehingga tidak terjadi anemia.
 Saat Ibu memutuskan untuk hamil adalah saat untuk lebih memperhatikan gaya hidup dan kesehatan. Meskipun kehamilan melibatkan banyak faktor genetis di luar kekuasaan ibu, tapi peluang kehamilan masih bisa ditingkatkan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Perlu Ibu pahami bahwa gaya hidup sehat adalah awal yang baik untuk merencanakan kehamilan yaitu: ibadah, pola makan, berolahraga dengan takaran yang sesuai, merokok, mental bathin tenang dan seimbang (Putri Utami: 2013)
Kebiasaan makan pada ibu hamil, apakah intake nutrisinya adekuat atau tidak atau mengandung Fe, asam folat, vitamin B12 ataukah tidak. Selain itu, kebiasaan ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya di tempat pelayanan kesehatan juga mempengaruhi besar kecilnya kejadian anemia pada ibu hamil. Menurut penelitian Adebisi dan Strayhorn (2005) di USA, bahwa ibu hamil yang merokok dan minum alkohol juga mempengaruhi terjadinya anemia (Ayu Andriyani Achmanagara, 2010).
Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel
tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah dan angka kematian perinatal meningkat. Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus, partus imatur/prematur), gangguan proses persalinan (inertia, atonia, partus lama, perdarahan atonis), gangguan masa nifas (subinvolusi rahim daya tahan terhadap infeksi dan stress kurang, produksi ASI rendah) dan gangguan janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian perinatal (Alipoetry, 2012)
KESIMPULAN
            Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dan hasil presentasi dari seluruh data yang telah dilakukan pada bab 4 maka dapat disimpulkan:
6.1.1    Sebagian besar pola makan responden ibu hamil di Puskesmas Prambon tahun 2013 sangat baik. Hal ini terlihat dari banyaknya ibu hamil yang memiliki kategori pola makan sangat baik.
6.1.2    Hampir seluruhnya responden ibu hamil di Puskesmas Prambon tahun 2013 perokok pasif.
6.1.3    Sebagian besar responden ibu hamil di Puskesmas Prambon tahun 2013 tidak mengalami anemia.
6.1.4    Dari 68 responden ibu hamil di Puskesmas Prambon tahun 2013 hampir setengahnya pola makan yang sangat baik dan tidak anemia, sebagian kecil pola makan baik dan tidak anemia.
6.1.5    Dari 68 responden ibu hamil di Puskesmas Prambon tahun 2013 sebagian besar tergolong perokok pasif dan tidak anemia, hampir setengahnya perokok pasif dan anemia ringan.
Maka pola makan dan merokok dari 68 responden ibu hamil di Puskesmas Prambon tahun  2013 peneliti telah mengunakan tabel Spearman Rank dengan hasil perhitungan koefisien korelasi adalah 0,806 dengan tabel nilai rho tabel untuk N = 68 menggunakan N = 30 (0,364) didapat nilai rho hitung lebih besar dari rho tabel diperoleh atau nilai r interprestasi tinggi.
Dari hasil analisis uji Spearman’s Rho didapat besar koefisien korelasi adalah 0,806 dengan arah korelasi positif, dari hasil ini didapatkan adanya hubungan sejajar searah antara gaya hidup dan anemia pada ibu hamil,  yang berarti semakin tinggi gaya hidup maka semakin tinggi pula kadar Hb ibu hamil sehingga tidak mengalami anemia.
KEPUSTAKAAN
Aliranim. (2010). Anemia Pada Ibu Hamil. [Internet] Bersumber dari: http://aliranim.blogspot.com/2010/12/anemia-pada-ibu-hamil.html [diakses tanggal 11-2-2013]

Alipoetry. 2012. Anemia Pada Ibu Hamil. [Internet] Bersumber dari: http://www.scribd.com/doc/38410160/Anemia-Pada-Ibu-Hamil [diakses  tanggal 11-2-2013]

Almatsier. (2009). Konsep Pola Makan Ibu Hamil. [Internet] Bersumber dari: http://akperla.blogspot.com/2009/08/konsep-pola-makan.html [diakses tanggal 25-4-2013]

Ana, Soumy. 2010. Lengkap Segala Hal Trimester Pertama Kehamilan Anda. Cetakan Pertama Agustus 2010. Jogyakarta: Buku Biru.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 2010. Jakarta: Rineka Cipta.


Dewi, Vivian Nanny. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Dinkes Jatim. (2010). Angka Kematian Ibu. [Internet] Bersumber dari: http://dinkes.jatimprov.go.id/userfile/dokumen/1321926974_Profil_Kesehatan_Provinsi_Jawa_Timur_2010.pdf [ diakses tanggal 8-5-2013]

Hidayat, A. 2007. Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisa Data. Jakarta:  Rineke Cipta

Indrawati, Poppy. 2010. Panduan Perawatan Kehamilan. Yogyakarta: Atma Media Press.

Kusmiyati, Yuni. 2009. Perawatan Ibu hamil. Yogyakarta: Penerbit Fitramaya.

Nursalam. 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. 2011. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Purnama, Feby. (2012). Pengaruh Rokok Bagi Ibu Hamil. [Internet] Bersumber dari:http://febypurnama-tentorium.blogspot.com/2012/05/pengaruh-rokok-terhadap-kehamilan.html [diakses tanggal 14-2-2013]

Putri Utami. (2009). Pengertian gaya hidup. [Internet] Bersumber dari: http://blogs.unpad.ac.id/gayahidup11/ [diakses tanggal 19-3-2013]

Siti Bandiyah. 2009. Kehamilan Persalinan Dan Gangguan Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sugiono. 2010. Stastika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sujiyantini. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta: Penebit Fitramaya.

Sulistyawati, Ari. 2010. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin. Jakarta: Salemba Medika.

SITI KHOIRINISA H, BIDAN
Susmiati., S. Kep. Ners., M. Pd, DOSEN
Christin Rahayu A.N, SH, SST, M M.Kes, DOSEN
HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DENGAN ANEMIA PADA
IBU HAMIL DI PUSKESMAS PRAMBON
KABUPATEN NGANJUK
TAHUN 2013